Langkidi - Perpustakaan Desa Langkidi, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, menghadirkan inovasi layanan “Posyandu Membaca” sebagai upaya meningkatkan budaya literasi sekaligus mendukung edukasi kesehatan bagi ibu dan anak. Program ini mengintegrasikan kegiatan membaca ke dalam pelayanan Posyandu sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat ganda, yakni layanan kesehatan dan peningkatan pengetahuan.
Inovasi tersebut lahir dari kesadaran bahwa Posyandu merupakan salah satu ruang publik yang rutin dikunjungi oleh ibu hamil, ibu balita, serta anak-anak. Melalui program ini, Perpustakaan Desa Langkidi berupaya menjadikan setiap kegiatan Posyandu sebagai sarana edukasi yang menyenangkan dan bermanfaat.
Kepala Desa Langkidi Muslim, S. Pi menyampaikan bahwa Posyandu Membaca merupakan langkah nyata dalam membudayakan minat baca sejak dini sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terkait kesehatan keluarga.
“Melalui inovasi ini, kami ingin menghadirkan layanan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga meningkatkan pengetahuan masyarakat. Dengan membaca, ibu dan anak dapat memperoleh informasi yang bermanfaat untuk tumbuh kembang keluarga,” ujarnya.
Salah satu layanan utama yang dihadirkan dalam program ini adalah Pojok Baca Posyandu. Pada setiap pelaksanaan Posyandu, tersedia berbagai buku edukasi anak, buku cerita bergambar, serta bahan bacaan tentang kesehatan ibu dan anak. Kehadiran pojok baca tersebut bertujuan mengisi waktu tunggu antrean sehingga anak-anak tidak merasa bosan atau takut saat berada di lokasi Posyandu.
Selain itu, program ini juga mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Kartu Menuju Sehat (KMS). Melalui pendampingan kader Posyandu, para orang tua diajak membaca dan memahami grafik pertumbuhan anak yang tercantum dalam KMS sebagai upaya deteksi dini terhadap risiko gizi buruk maupun stunting.
Menurut kader Posyandu, kemampuan membaca dan memahami informasi kesehatan dalam Buku KIA dan KMS sangat penting karena dapat membantu orang tua memantau perkembangan anak secara mandiri.
“Dengan memahami isi Buku KIA dan KMS, orang tua bisa mengetahui apakah pertumbuhan anak sesuai dengan usianya atau ada tanda-tanda yang perlu segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan,” jelasnya.
Program Posyandu Membaca diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dalam membangun keluarga yang sehat, cerdas, dan gemar membaca. Melalui kolaborasi antara perpustakaan desa, kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat, budaya literasi serta kesadaran akan pentingnya kesehatan keluarga diharapkan terus meningkat.
Inovasi ini juga menjadi bukti bahwa perpustakaan desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi dapat berperan aktif sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat keluarga.