Langkidi, Bajo – Pemerintah Desa Langkidi, Kecamatan Bajo, merilis data terbaru jumlah penduduk berdasarkan jenis pekerjaan tahun 2025. Dari total 1.551 jiwa, tercatat bahwa buruh tani menjadi profesi terbanyak yang digeluti warga, dengan jumlah 302 orang atau sekitar 19,5% dari total penduduk.
Data tersebut juga menunjukkan peran besar perempuan sebagai penggerak rumah tangga. Sebanyak 340 perempuan tercatat sebagai pengurus rumah tangga, menjadikan kategori ini terbesar kedua setelah buruh tani.
Kepala Desa Langkidi Muslim S. Pi menyebut, angka ini mencerminkan karakter masyarakat yang masih kuat bergantung pada sektor pertanian, sekaligus menunjukkan peran domestik yang vital bagi perempuan desa.
"Pertanian adalah tulang punggung ekonomi warga, sementara peran ibu rumah tangga menjadi pilar ketahanan keluarga," ujarnya.
Selain buruh tani dan pengurus rumah tangga, kategori belum/tidak bekerja juga cukup besar, yakni 248 orang, yang sebagian besar adalah perempuan. Sementara itu, kategori pelajar menempati posisi selanjutnya dengan 225 orang, menunjukkan masih tingginya jumlah generasi muda yang mengenyam pendidikan.
Menariknya, meskipun jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya 11 orang, desa ini memiliki 122 pelaku usaha wiraswasta yang berkontribusi pada dinamika ekonomi lokal. Profesi lain seperti petani/pekebun, bidan, dan perawat juga hadir meski dengan jumlah yang lebih kecil.
Pemerintah Desa Langkidi berencana memanfaatkan data ini sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan keterampilan kerja bagi masyarakat, terutama untuk kategori yang belum bekerja dan sektor pertanian.
Data ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam merancang kebijakan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.